SMK Negeri 1 Tapin Selatan Tanamkan Karakter Religius Melalui Peringatan Isra Mikraj dan Haul Guru Sekumpul
Vera Arviska | 15 Januari 2026 | Dibaca 58 kali | DINAS PENDIDIKAN

TAPIN SELATAN – Keluarga besar SMK Negeri 1 Tapin Selatan menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan Haul ke-21 Abah Guru Sekumpul,. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Masjid Darul Ikhwan, lingkungan sekolah setempat, dengan mengusung tema "Menumbuhkan Karakter Religius dan Tanggung Jawab Peserta Didik",.

Kegiatan keagamaan ini dihadiri langsung oleh Kepala SMK Negeri 1 Tapin Selatan, Bapak Edi Suhariyono, S.Pd., M.T., M.Si., para dewan guru, staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi. Sebagai penceramah utama, pihak sekolah menghadirkan Al Ustaz Haji Muhammad Husni untuk memberikan tausiah dan siraman rohani kepada seluruh hadirin yang berkumpul di masjid,.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang diharapkan dapat membawa ketenangan hati dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Setelah itu, Eka Nurhafizah, siswi kelas 10 TJKT selaku ketua pelaksana, menyampaikan laporan kegiatannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut,.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Bapak Edi Suhariyono menekankan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk membentuk karakter murid. Beliau menjelaskan bahwa salat yang merupakan inti dari peristiwa Isra Mikraj harus dijadikan ketentuan yang melekat, bukan dianggap sebagai beban dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah telah membiasakan para murid untuk melaksanakan salat zuhur dan asar berjamaah sebagai bentuk implementasi karakter religius. Bapak Edi menegaskan bahwa ciri orang dengan karakter religi yang baik adalah kejujuran, yang mana kejujuran tersebut merupakan modal utama bagi para siswa saat lulus dan memasuki dunia kerja nantinya.

Ustaz Haji Muhammad Husni dalam tausiahnya mengawali dengan menjelaskan tentang kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang memiliki ribuan mukjizat, dengan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar,. Beliau mengingatkan bahwa Al-Qur'an harus terus dibaca dan diamalkan isinya hingga akhir zaman nanti.

Ustaz juga menceritakan detail peristiwa Isra Mikraj yang terjadi pada malam Senin, 27 Rajab, setahun sebelum hijrah,. Beliau mengisahkan bagaimana malaikat Jibril membersihkan hati Nabi Muhammad SAW dengan air zamzam sebagai simbol bahwa kebersihan hati adalah penentu baiknya tingkah laku seseorang,.

Tausiah tersebut juga menekankan pentingnya sifat jujur sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sejak masa muda. Ustaz Husni mengingatkan bahwa kejujuran akan membawa kepada kebaikan yang berujung pada surga, sedangkan kebohongan adalah tanda pengecut yang dapat membawa seseorang ke dalam neraka.

Untuk menjaga kebersihan hati, para siswa dinasihati untuk terus belajar ilmu agama, terutama ilmu tauhid dan akhlak,. Dengan memahami bahwa Allah Maha Melihat (Al-Bashir), seorang murid diharapkan tidak akan berani melakukan perbuatan buruk seperti membolos atau berkata kotor karena merasa selalu diawasi oleh Allah dan dicatat oleh malaikat.

Dalam perjalanan Mikraj, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi di tujuh tingkatan langit, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS. Di puncak perjalanan tersebut, Nabi menerima perintah salat yang awalnya berjumlah 50 kali sehari sebelum akhirnya dikurangi menjadi 5 kali atas saran Nabi Musa AS demi keringanan umat.

Ustaz Husni memberikan peringatan keras mengenai pentingnya salat lima waktu dan melarang siapa pun untuk menggampang-gampangkannya. Beliau menjelaskan bahwa salat adalah penentu keberhasilan seseorang dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari rezeki, karier, hingga kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Selain aspek spiritual, jamaah juga diberikan pemahaman praktis mengenai syarat sah salat dan wudu. Ustaz mengingatkan para siswi untuk memperhatikan cara penggunaan mukena agar bagian bawah dagu tetap tertutup karena merupakan aurat, serta memastikan tidak ada kosmetik atau penghalang lain yang membuat wudu menjadi tidak sah,.

Peringatan ini juga menjadi momen untuk mengenang Abah Guru Sekumpul yang telah mencapai haulnya yang ke-21. Sosok Guru Sekumpul dicontohkan sebagai pribadi yang sangat jujur, taat beribadah, dan telah membiasakan salat tahajud serta salat berjamaah sejak masa kecilnya,,.

Para siswa juga diingatkan untuk bijak dalam memilih idola di era digital ini. Ustaz menasihati agar murid-murid tidak berlebihan menggemari budaya asing atau artis luar yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami, karena seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya di hari kiamat kelak.

Acara ditutup dengan pembacaan zikir, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Haji Muhammad Husni. Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 1 Tapin Selatan berharap seluruh siswanya dapat menjadi pribadi yang saleh dan salihah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Sumber: https://youtu.be/OhdalTCv240?si=FqbXo9jG2Na5Zd0b

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin