Tapin Selatan — Kondisi akses jalan dan lingkungan di sekitar SMK Negeri 1 Tapin Selatan saat ini memprihatinkan. Kerusakan tersebut bermula dari adanya proyek pengerjaan paving untuk irigasi yang dilaksanakan oleh salah satu kontraktor BUMN pada awal tahun 2021 hingga akhir tahun 2022. Selama proyek berlangsung, kendaraan angkutan bertonase besar hilir mudik melewati jalan utama menuju sekolah, mengakibatkan badan jalan rusak parah dan berubah seperti bubur saat musim hujan.
Meskipun pasca proyek telah dilakukan pengaspalan dengan metode tambal sulam, kondisi akses jalan belum kembali seperti semula. Kerusakan yang tersisa masih dirasakan oleh warga sekolah dan masyarakat sekitar, terutama saat cuaca ekstrem.
Tidak hanya persoalan jalan, permasalahan lingkungan lainnya kini turut bermunculan. Warga sekolah mengeluhkan tercemarnya air bersih, debu yang bertebaran di musim kemarau, serta banjir di musim penghujan yang membuat akses menuju sekolah semakin sulit dilalui. Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan yang lokasinya berdekatan dengan lingkungan sekolah.
Keadaan tersebut tentu berdampak pada kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas belajar mengajar, baik bagi peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan. Masyarakat sekitar pun turut merasakan dampak yang sama dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui pemberitaan ini, besar harapan agar para pemangku kepentingan dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serius serta menghadirkan solusi nyata, sehingga warga sekolah dan masyarakat tidak lagi merasakan dampak lingkungan dan infrastruktur yang merugikan.
*) Video selengkapnya dapat disaksikan di channel YouTube SMKN 1 Tapin Selatan.
https://www.youtube.com/watch?v=WS3P_YhOgbU