SMK Negeri 1 Tapin Selatan Gelar Projek P5 Bertema "Jelajah Rasa: Eksplorasi Kuliner Tradisional Banjar"
Vera Arviska | 24 September 2024 | Dibaca 45 kali | DINAS PENDIDIKAN

TAPIN SELATAN – SMK Negeri 1 Tapin Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengusung tema kearifan lokal. Kegiatan kali ini mengambil tajuk spesifik "Jelajah Rasa: Eksplorasi Kuliner Tradisional Banjar" yang melibatkan seluruh siswa dengan antusiasme tinggi.

Acara pembukaan diawali dengan doa bersama agar para siswa dijadikan anak yang berbakti kepada orang tua, nusa, dan bangsa. Pihak sekolah berharap kegiatan P5 ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh warga sekolah.

Penyelenggaraan P5 ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya mewujudkan profil pelajar Pancasila yang memiliki perilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

Prosesi peresmian dilakukan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim sebagai tanda dimulainya eksplorasi kuliner tradisional Banjar secara resmi. Pihak penyelenggara menekankan bahwa tema kearifan lokal sangat penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

Dalam sambutannya, perwakilan sekolah menjelaskan bahwa dalam satu tahun ajaran terdapat tiga tema P5 yang akan dilaksanakan. Bagi siswa yang nantinya naik ke kelas 11, mereka akan menghadapi tema-tema projek lain yang berbeda di tahun ajaran baru.

Sistem penyelenggaraan kegiatan ini, baik menggunakan sistem blok maupun sistem mingguan, akan terus dievaluasi oleh pihak sekolah. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas pembelajaran projek di masa mendatang.

Tema "Jelajah Rasa" dipilih karena dianggap mampu membantu mengembangkan berbagai dimensi dalam profil pelajar Pancasila. Fokus utama dari projek ini adalah memperkenalkan kembali kekayaan kuliner asli daerah kepada generasi muda.

Filosofi "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" menjadi landasan agar siswa belajar menghargai budaya tempat mereka tinggal. Siswa diharapkan tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mengenal asal-usul setiap masakan daerah tersebut.

Kegiatan ini memotivasi siswa untuk mengenali bahwa masakan-masakan tertentu berasal dari daerah spesifik di Kalimantan Selatan. Pengetahuan ini dianggap penting agar identitas budaya lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Selama kegiatan berlangsung, terlihat interaksi aktif antara siswa dan guru dalam proses pembuatan makanan. Beberapa siswa terdengar menawarkan hasil olahan mereka dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000.

Guru pembimbing memberikan arahan bahwa nilai terbaik akan diberikan kepada siswa yang membuat masakannya sendiri. Hal yang paling dihargai dalam projek ini adalah proses belajar dan praktik langsung yang dilakukan oleh siswa.

Pihak sekolah menegaskan bahwa meskipun hasil jualan itu penting, namun pengalaman mempraktikkan pembuatan kuliner tradisional adalah poin utama penilaian. Kemandirian dalam mengolah bahan makanan menjadi tolok ukur keberhasilan projek.

Dalam salah satu sesi praktik, terlihat siswa sedang mengolah bahan-bahan seperti telur yang diaduk secara merata untuk dijadikan hidangan. Keterampilan teknis memasak ini menjadi pengalaman berharga bagi para pelajar SMK.

Bapak dan Ibu guru selaku fasilitator turut berperan aktif dalam memfasilitasi segala kebutuhan kegiatan P5 ini. Dukungan dari seluruh tenaga pendidik menjadi kunci kelancaran acara eksplorasi kuliner ini.

Suasana riuh rendah tampak saat siswa saling menawarkan dagangan mereka kepada warga sekolah lainnya. "Jangan lupa beli punya kami," ujar salah satu siswa saat mempromosikan produk kuliner tradisional mereka.

Setelah serangkaian kegiatan selesai, acara ditutup secara resmi oleh pihak sekolah. Penutupan ini menandai berakhirnya tema kearifan lokal untuk periode kali ini.

Pihak panitia penyelenggara juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan acara. Mereka menyadari bahwa setiap kegiatan pasti memiliki ruang untuk perbaikan di masa depan.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif dan mengikuti instruksi dengan baik. Partisipasi siswa dianggap sebagai faktor utama kesuksesan eksplorasi kuliner Banjar ini.

Sekolah berharap semangat untuk melestarikan budaya lokal tidak berhenti saat projek berakhir. Nilai-nilai yang didapat selama kegiatan diharapkan tetap tertanam dalam kepribadian siswa.

Kegiatan P5 di SMK Negeri 1 Tapin Selatan akan bertemu kembali di tahun depan dengan tema-tema yang tidak kalah menarik. Acara diakhiri dengan salam penutup dan harapan untuk kesuksesan pendidikan di masa yang akan datang.

Sumber: https://youtu.be/4FZtamRXqdw?si=-GZskvEXRXoWhguy


BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin