TAPIN SELATAN – SMK Negeri 1 Tapin Selatan menyelenggarakan acara perpisahan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang memasuki masa purna tugas serta pindah tugas pada awal tahun 2024. Acara ini menjadi momen emosional bagi seluruh warga sekolah, terutama untuk melepas salah satu sosok pejuang pendidikan senior di sekolah tersebut.
Sorotan utama dalam kegiatan ini ditujukan kepada Pak Eko Putro Joko Susanto, S.T, yang telah mendedikasikan dirinya untuk SMK Negeri 1 Tapin Selatan selama kurang lebih 37 tahun. Dedikasi panjang ini menjadikannya saksi hidup sejarah perkembangan sekolah dari masa ke masa.
Selama masa pengabdiannya, Pak Eko tercatat telah melewati kepemimpinan 11 kepala sekolah yang berbeda. Pengalaman tersebut memberikan perspektif mendalam bagi dirinya mengenai berbagai karakteristik dan dinamika pengembangan sekolah selama puluhan tahun.
Dalam pidato kesannya, Pak Eko mengenang kembali masa-masa awal berdirinya sekolah pada akhir tahun 1980-an yang saat itu lokasinya masih berupa hutan belantara. Ia menceritakan bagaimana para perintis harus membuka lahan di antara Blok A dan Blok B menggunakan traktor karena belum ada alat berat seperti buldoser.
Kesan mendalam juga disampaikan mengenai tantangan keamanan di masa lalu, di mana suasana hutan masih sangat terasa dengan suara-suara alam yang kental. Hal ini menggambarkan betapa kerasnya perjuangan para pendidik generasi awal dalam membangun pondasi pendidikan di wilayah Tapin Selatan.
Satu peristiwa yang sulit dilupakan adalah "Tragedi Hari Jumat", sebuah momen di mana terjadi ketegangan yang mengakibatkan kerusakan perabot di ruang guru. Kejadian tersebut diingat sebagai bagian dari dinamika sejarah sekolah dalam mendidik siswa pada masanya.
Pak Eko juga membangkitkan memori tentang etos kerja luar biasa di bawah kepemimpinan salah satu kepala sekolah terdahulu, di mana dedikasi menjadi prioritas utama. Pada masa itu, para guru bekerja hingga larut malam tanpa memikirkan imbalan materi, semata-mata demi menjalankan tugas negara.
Sekolah ini pernah mengalami masa kejayaan luar biasa di bidang pertanian dan peternakan hingga sempat dikunjungi oleh Gubernur Kalimantan Selatan. Pada masa itu, lingkungan sekolah sangat bersih dan seluruh jurusan bersinergi untuk mendukung kemajuan sektor agribisnis sekolah.
Terdapat cita-cita besar untuk menjadikan SMKN 1 Tapin Selatan sebagai pusat agrowisata dengan kebun karet seluas 25 hektar dan kebun buah. Meski beberapa ekspektasi tersebut menghadapi kendala seperti kebakaran lahan dan musim kemarau, semangat pengembangannya tetap menjadi catatan sejarah penting.
Pak Eko dikenal luas oleh rekan-rekannya dengan julukan "tukang buka jurusan" karena perannya dalam menginisiasi berbagai program keahlian baru. Langkah ini sering kali dilakukan secara cepat demi menyelamatkan sekolah dari kekurangan siswa di tengah perubahan zaman.
Beberapa jurusan yang lahir dari inisiatifnya antara lain Mekanisasi Pertanian pada tahun 1990-an, Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif) pada tahun 2003, hingga TBSM pada tahun 2011. Berkat keberaniannya membuka jurusan-jurusan ini, minat siswa untuk bersekolah di SMKN 1 Tapin Selatan terus meningkat.
Rekan sejawat dan guru-guru muda menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bimbingan dan motivasi yang telah diberikan oleh para senior. Mereka mengakui bahwa keberadaan mereka di sekolah saat ini tidak lepas dari jasa dan rintisan yang dilakukan oleh Pak Eko dan rekan-rekan angkatannya.
Dalam pesan penutupnya, Pak Eko mengingatkan para guru muda, terutama yang berstatus P3K, untuk terus meningkatkan kolaborasi dan semangat kerja. Ia menekankan pentingnya mendukung kepemimpinan kepala sekolah yang sedang menjabat demi kemajuan institusi.
Suasana haru semakin memuncak saat dilakukan sesi permohonan maaf dan kerelaan (rela-merelakan) atas segala kekhilafan selama berinteraksi selama 37 tahun. Pak Eko berharap SMK Negeri 1 Tapin Selatan tetap menjadi sekolah yang rukun dan jaya di masa depan.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan para purna tugas dan dilanjutkan dengan nyanyian bersama lagu "Kemesraan". Momen ini menandai berakhirnya pengabdian formal Pak Eko Putro Joko Susanto, namun warisan inspirasinya akan terus hidup di lingkungan SMKN 1 Tapin Selatan.
Sumber: https://youtu.be/l1W260SpcKc?si=zVHznVKf8TXNYpqV